Dalam SLC, hanya murid dan orang tuanya yang terlibat, sementara guru hanya mengamati dari luar kelas. Jadi di sini siswa diberi kesempatan untuk berbagi informasi kepada orang tua tentang apa yang dipelajari di sekolah, sekaligus memperkenalkan lingkungan tempat belajarnya kepada orang tua.
Menurut saya itu kegiatan yang menarik, apalagi untuk anak usia pra-sekolah (TK A dan TK B), karena anak dilatih untuk berani bicara. Sehari sebelumnya (jum'at), siswa TK khusus belajar untuk mempersiapkan SLC. Mereka diberikan simulasi SLC dengan guru yang berperan sebagai orang tuanya. Dari informasi guru di buku penghubung, afya terhitung lancar dalam simulasi.
Nah ..... ketika waktunya tiba, (kebetulan afya mendapat giliran kelompok pertama, setiap kelompok 3 orang) afya sempet agak keluar -ogoh-nya. Yang minta digendong lah ... yang malu - malu lah ... Wah .... gimana ini.... tapi setelah dibujuk bu gurunya, akhirnya afya mau juga memulai kegiatan SLC-nya.
Pertama afya mempekenalkan kami kepada bu gurunya, demikian pula sebaliknya (kenalan pura2 sih ..... soalnya sebelumnya udah kenal
). Setelah itu kami bertiga masuk kelas, tanpa didampingi gurunya. Dalam hati saya berpikir, ingat nggak ya anak kami dengan urutan2 dalam SLC selanjutnya??? Ternyata dia tahu. Afya mulai bercerita tentang hasil2 karyanya yang sudah dipajang di dinding kelas dengan tema - tema berbeda. Ada hasil karya lukisan tentang sekolah, Surat pendek dan doa yang dihafal, gambar kegiatan menanam pohon dalam toples, maket sekolah sederhana, dan banyak lagi. Selanjutnya Afya mengambil hasil karya yang ada dalam Portfolionya. Di situ afya bercerita tentang kegiatan dan menunjukkan komentarnya yang dalam portfolionya tergambar
atau
. Banyak juga hasil - hasil yang ditunjukkan. Hampir semua ditandai Afya dengan
.Setelah itu Afya mengajak kami ke tempat bermain. Di situ Afya bermain Puzzle, dan kartu angka. Pada saat itu saya berkesempatan kembali melihat2 dinding kelasnya, dan menemukan ada sesuatu yang belum ditunjukkan Afya dalam ceritanya. Ketika saya tanyakan kepada Afya : 'Nak.... kok yang ada bintang - bintangnya belum diceritakan???'
Dengan tidak perduli afya berkata : 'Nggak usah .... itu mah nggak perlu'
Saya tanya lagi : 'Kenapa nak???'
Tanpa melepaskan pandangan dari puzzlenya dia berkata : 'Afya nggak suka'
Wah kenapa ya??? Setelah selesai SLC, kami bercerita kepada gurunya, bahwa Afya melewatkan bagian 'bintang'nya. Ternyata bintang itu adalah penghargaan dari guru untuk siswa yang 'hebat' dalam melakukan kegiatan. Kalau bintang itu terkumpul 20, boleh ditukar dengan stiker.
Nah ..... ternyata Saudara - saudara..... bintang Afya sangat sedikit.......
, itulah mengapa Afya tidak mau menunjukkannya. Menurut ibu guru, afya tidak banyak mendapat bintang karena kalau makan lamaaaa, kalo sholat ngobrol sendiriiii, bahkan kalo teman - temannya tidur suka diganggu (Afya paling susah diajak tidur siang). Wah ..... darimana nih dapetnya........
.Dari sini kami jadi tahu, ternyata anak seusia Afya udah tahu 'malu'...... dan mulai pintar 'sembunyi'. Semoga dengan SLC anak - anak akan terpacu untuk belajar lebih baik, sehingga pada SLC mendatang bisa dengan bangga mempersembahkan semua hasil karyanya kepada orang tuanya.
Bravo SLC... Bravo Cendekia... (tapi kenapa sekolahnya pindah jauuuuuuh..........
)
Wah menarik juga sekolahnya Afya ya?? KApan2 cerita lebih banyak ya Tante Uci. Adanya cuma di Bandung ya?
ReplyDeleteKalo cendekia memang cuma di Bandung. Tapi banyak konsep pendidikannya, termasuk SLC, sama dengan sekolah Islam Global di Jakarta
ReplyDeletehehehe....siapa dulu dong bapak ibunyaa...
ReplyDeleteWah .. siapa ... siapa ...
ReplyDeleteIni sekolah Cendikia yang di Arcamanik itu atau bukan ya?
ReplyDeleteBukan. Cendekia Leadership School yang di jl Belitung. Dalam waktu dekat pindah ke Awiligar.
ReplyDeletemmmm, ternyata sekarang banyak juga ya sekolah yang pake metode yang mirip. Anakku yang kelas 3 di tunas unggul kemarin juga baru SLC...
ReplyDeleteheheheheh....mbak afya...pinter banget dech...dapet hadiah sepeda dari bapa nggak?
ReplyDeleteSayangnya nggak tante ... kalau sepeda buat bapak sendiri he... he...
ReplyDeletehihihi..kacian deh.. sekolahnya jadi jauuuh... offroad tiap hari ya... via rayu bonyok (bokap nyokap) dong supaya jangan beliin sepeda tapi mending ganti jazz sama range rover gitu.. biar bisa ngegiles jalan awiligar
ReplyDeleteafya cah cilik lucu timen... hehehe...
ReplyDeletemasalahnya.... nanti ibuku jadi nggak bisa nganterin tante.... maklum sopir cabutan gitu ... he... he... he...
ReplyDeleteselamat ya afya sudah mulai sejak TK..kakak Farhan aja baru 3 kali....nanti lama2 juga ga malu2...malah orangtua yang ditantang mau tanya apa :)...
ReplyDeletesekolahnya biar jauh...tapi udaranya bersih he..he..he.. jauh dari polusi..:)
bravo juga buat mama Afya!
iya betul.... semoga anak - anak juga jadi lebih sehat karena udaranya segar
ReplyDeletejadi inget murid-muridku dulu di SDIT Muslim Cendekia.
ReplyDelete*namanya hampir mirip ya?*
O yaaa.... dimana? Di bdg juga ada global cendekia....
ReplyDeletehai sis..tertarik nih sama sekolah cendikia, anakku tahun ini udah 3 tahun..bisa minta infonya ga? *di websitenya kurang*
ReplyDeletebiayanya berapa ya?
pendaftarannya kapan? bisa test drive *hihi* dulu ga?
"test drive" dulu sangat memungkinkan..... saya nggak hafal biayanya yang sekarang. pendaftaran bisa kapan aja.... masuknya kalo PG-TK setahu saya juga bisa kapan aja. Silakan telepon ke sekolah aja : 022 2516778
ReplyDeletemakasih ya sis...
ReplyDelete