Wednesday, December 31, 2008

Saturday, December 20, 2008

(lagi lagi) k keukeu

Alhamdulillah... berkat doa teman2 semua, sore ini barusan K keukeu kasih berita kalau selang2-nya udah dilepas semua. Padahal tadi malam malah sempet transfusi 2 labu karena HB-nya turun, dan jam 3-an ke sana masih lengkap berselang, cuma udah makan bubur.

Seneng dengernya. Tapi maaf ya tante, besok tetap belum boleh ikut kita "piknik"

Friday, December 19, 2008

K keukeu (lagi)

Alhamdulillah, hari ini liat k keukeu udah segar, udah beradaptasi dengan selang sonde-nya jadi lumayan bisa ngobrol2. Cuma kadang2 kasihan kalo pas agak tersedak atau kepingin muntah ...
Hari ini juga udah sempet -nyalon- meskipun cuma keramas .

Dari rongent nggak ada perlengketan usus, tapi usus-nya "lumpuh", belum berfungsi. Kata dokter bisa karena obat bius, infeksi, atau karena tersumbat. Hari ini k keukeu dikonsulkan ke dokter bedah digestive. Jadi mohon doanya semoga K keukeu cepet pulih dan segera pulang. Sekarang tinggal menunggu pencernaan-nya normal baru boleh pulang. Kalo terlalu lama kasihan juga, karena awal tahun harus sudah pulang ke Fytville. Kasihan juga Om Teddy-nya, nanti tambah khawatir.

Insya Allah doa teman2 semua akan membantu penyembuhan K keukeu ....



Thursday, December 18, 2008

k keukeu

Seharian ini saya kepikiran k keukeu (yang habis dioperasi miom senin kemarin), karena kemarin nggak nengok ke RS. Dalam perhitungan saya harusnya hari ini sudah pulang. Sore saya telpon, kok agak aneh karena suara k keukeu lirih banget, saya berpikir positif mungkin karena sedang istirahat. Pulang kantor saya sms, ternyata belum bisa pulang, karena ada masalah baru katanya.

Wah ... saya kok agak deg2an, apalagi k keukeu bilang susah ngomong karena ada selang. Aduuuh ... pikiran saya udah kemana - mana, sampai saya meyakinkan apakah k keukeu masih di ruang yang lama. Saya agak lega ketika sms-nya mengiyakan.

Abis maghrib tadi saya langsung ke borromeus. Ternyata tadi malam tahu2 k keukeu muntah, perutnya melilit, kembung, dan seharian ini BAB 20 kali, jadinya k keukeu diinfus lagi. Yang bikin saya nggak tega, k keukeu nggak boleh makan dulu, tapi diselang langsung ke lambung.  Padahal kemarin k keukeu udah seger, udah turun dari tempat tidur, bisa sholat sambil duduk.

Tadi udah di rongent, takut kalo ada perlengketan di usus, karena kalo gitu harus dibuka lagi.
Doanya teman2 semua semoga k keukeu cepat pulih, dan bisa segera pulang.

Tuesday, December 16, 2008

bezuk k keukeu




Seperti yang telah dilakukan berkali - kali dalam setiap acara, baik itu sunatan, kawinan, atau undangan - undangan yang lain, momen bezuk-pun tak luput dari "perhatian" kakak2 Pembina PAS yang seolah tidak kehabisan ide.

Kali ini untuk "acara" bezuk K Keukeu -yang juga tante Amerika - di RS Borromeus, mulai sehari sebelumnya SMS sudah berseliweran diantara kakak2 PAS, yang intinya adalah ajakan untuk beztk K keukeu hari selasa sore, dengan kostum batik, berpeci (buat bapak2), dan tak ketinggalan "perintah" untuk "HANYA BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS"........

Naaaaah ... perintah terakhir ini yang sepertinya agak memberatkan sehingga sempat membuat beberapa kakak berniat membatalkan niat baiknya untuk mengunjungi K keukeu. Untunglah niat tersebut berhasil digagalkan setelah diiming2i "SERTIPIKAT" dan tentu saja Motto "SILENCE IS GOLDEN" he.... he...

Namun demikian, akhirnya setelah menunggu hampir 1 jam, ternyata gerombolan yang diharapkan memenuhi ruang rawat K keukeu hanya dihadiiri beberapa gelintir kakak, diantaranya K Andy dan K Sinta yang "setia" dengan perintah. K Eko "mbah Middy" yang tidak sempat berganti kostum, selalu diam, mungkin agar "kelihatan" berwibawa ......, Mas Budi yang mampir Cimol dan "hanya" mendapatkan kostum ala Hawaii, Mbah Man sebagai Pejabat yang rela membatalkan sejumlah acara besarnya bersama Bos besar demi K Keukeu, sehingga "dimaafkan" meskipun tidak berbatik dan tetap dengan kostum "pejabat"nya. O iya ... tentu ada K intan yang rela datang sendiri meninggalkan K Afrik yang bersiap2 untuk "nguli" di Jakarta, serta K Arief bersama istrinya yang "selalu" merangkap sebagai reporter gadungan ...... dan "setia" dengan kostum .......

Akhirnya, setelah beberapa lama, ternyata Begawan PAS dengan kostum Batiknya datang juga untuk meramaikan acara : K FAZAR !!
Kedatangan K Fazar bahkan cukup dielu2kan para satpam karena mungkin dikira CALEG, atau semacam tokoh dari Partai Politik tertentu!!!

Acara bezuk berlangsung "gayeng" karena akhirnya bahasa yang digunakan tidak setia dengan inggris, tapi bercampur sunda, jawa urdu (kata mbah man), dan lain sebagainya. Bahkan ada acara Jumpa fans antara K andy deng keponakan K Keukeu yang ternyata adalah penggemar berat-nya.... Waaah....
Tinggallah K keukeu yang "kasihan" antara pingin ketawa, mungkin juga pingin nangis karena menahan sakit, atau sedih karena teman2nya sudah sekian lama "MASIH BELUM SEMBUH" he.... he....

Akhir kata, semoga K keukeu cepat sembuh, dan segera berhasil degan "PROGRAM2"-nya ... amiiiiiin........

Friday, November 28, 2008

Maryamah Karpov

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Andrea Hirata
Belum selesai dibaca, baru Mozaik 7 rasanya udah ketemu lagi dengan 'gaya' tulisan Andrea Hirata yang khas ..... sedih tapi lucu ... pokoke top bangeeeeet.....
Ayo .. ayo ... buruan beli sebelum kehabisan ....

Minggu, 29 Nop 08, 11.00
Naaaah .. udah selesai ...
Kisah dalam buku ini adalah kisah ketika Ikal menyelesaikan kuliahnya di Perancis sampai kurang lebih satu tahun setelahnya. Seperti buku terdahulu ... kalimat2 yang disusun Andrea selalu mengalir, kadang disertai kata - kata yang tidak biasa, dengan deskripsi yang luar biasa! Membaca kisahnya setebal 504 halaman rasanya masih kurang, apalagi kisah yang dituturkan Andrea dalam Maryamah Karpov -meskipun panjang lebar- benar2 'hanya' bertutur tentang usahanya mencari A Ling.

Tapi nggak tahu kenapa, sebagai pembaca saya kurang puas dengan cara Ikal menemukan A ling .... Masak A ling diceritakan mau jadi pendatang gelap di Singapura, trus ketemunya di tengah laut lagi!! Nggak rela gitu he.. he..
Trus juga perjalanan Ikal sepulang dari Perancis yang hanya menghabiskan setahun setelahnya di Tanah Belitong untuk mencari A ling ... wah .. pokoknya kurang kenalah....

Pengambaran tentang Arai juga cuma sedikit, tapi masih beruntung saya masih bisa menikmati kehebatan Lintang yang digambarkan Andrea masih tetap jenius. Tentang Lintang -yang nggak lulus SMP- dan digambarkan Andrea sering terlihat lebih hebat dibanding Ikal yang lulusan Sorbornne, saya menangkapnya sebagai sikap 'rendah hati' Andrea Hirata, yang sekaligus menimbulkan kesan bahwa Andrea Hirata memang hebat ..... tentu saja lebih hebat dari tokoh Ikal dan Lintang sekaligus!! Kalau mengutip kata2 yang dulu sangat tenar di tahun 80-an, kira - kira Andrea Hirata merendahkan diri tapi meninggikan mutunya...

Yah .... pokoknya bravo untuk Andrea Hirata, selesai menamatkan Maryamah Karpov, saya sedih memikirkan karya Andrea Hirata udah semuanya tamat, padahal rasanya masih belum puas menikmati karyanya. Semoga Andrea Hirata segera menulis kisah baru untuk kita semua. Ditunggu!!!

Friday, November 14, 2008

Mangga tahun ini




Tahun ini mangga tidak sebagus tahun lalu, tapi tetap saja lumayan lebat

Saturday, November 8, 2008

Monday, October 27, 2008

afya berjualan 3




Bu Irli, ini yang ke 3

afya berjualan 2




asli buat bu guru Irli he... he...

afya berjualan




Sebenarnya ini belum mau diupload. Berhubung nggak bisa ngirim ke bu gurunya Afya lewat email, akhirnya diupload deeeh... Term ini tema di sekolah Afya (TK B) adalah uang dan tetek bengeknya. Minggu kemarin afya membuat kerajinan dari barang bekas. "menurut" Afya, dia membuat yoyo dan bak mandi. Tentu saja ini cuma "menurut" afya he... he....

Nah .. tugas afya adalah menjualnya kepada orang tuanya. Afya mendahuluinya dengan promosi. Sayang saya nggak ngeh kalo harus direkam. Pas saya baca email bu guru saya baru mulai merekam. Tentu saja afya udah nggak mau ngulang "proses"nya berjualan. Rekamannya ada 3, tapi kok nguploadnya nggak bisa sekalian ya he... he...

Sunday, October 19, 2008

bike to home....




Aduuuh .... lama nggak posting. Tapi perihal sepeda sepertinya jadi bikin semangat buat posting lagi. Ceritanya Rabu kemarin tiba2 bapaknya afya bawa tas gede ke rumah. Ternyata isinya sepeda lipat yang lucu (dibaca : cantik) banget! Dahon Curve ...... Warnanya putih ..... aiiih .... pokokna mah bagus pisan lah......

Sepeda itu khusus diberikan buat saya, dengan catatan pulang kantor saya harus menaikinya!!!! Aduuuh ... gimana doong .... sebenarnya asli saya agak takut. Bukan takut nggak kuat, tapi takut dengan jalan raya yang penuuuh ... sepeda motor!! Kamisnya saya bilang belum siap aaah..... Eh .... sorenya bapaknya ngajak ke toko sepeda beli helm (ini sih bayar sendiri he.... he....)
Akhirnya saya pilih juga helm warna putih ... wah .... pas banget ....

Besoknya bapaknya udah nyiapin helm dan masker di dalam tas sepeda. Mau nggak mau kayanya saya nggak bisa nolak lagi deeeh .... Di kantor teman2 nggak percaya saya mau pulang naik sepeda, tapi kebanyakan sih lebih kagum dengan sepedanya ..... ehm .....

Akhirnya dengan mengambil rute lengkong, emong, BPI, gatsu, laswi, trus lewat kampung pinggir rel, akhirnya saya sampai di stasiun kiara condong ..... wah ... wah ... sampai di situ saya terheran - heran sendiri, kok ternyata saya bisa juga sepedaan sendiri pulang kantor. Dari Kiara condong saya tambah semangat menggenjot si Dahon, pingin cepat sampai rumah untuk mensukseskan sepedaan saya hari itu ....

45 menit dari kantor akhirnya saya sampai juga di rumah. Sukseees........ Baru mau laporan si Bos kalo saya sukses bike to home, si Bos udah duluan nanya apakah saya jadi bersepeda pulang .... hi ... hi....
Ternyata asyik juga bersepeda sore2, mungkin karena nggak terlalu panas dan jalannya lebih banyak turunannya..... Meskipun sepanjang jalan banyak tatapan mata heran melihat saya .... (kayanya sih lihat sepedanya he.. he..).
Tapi meskipun rasanya nggak cape, ternyata malamnya saya tetap membutuhkan semacam minyak2an untuk kaki yang ternyata aduuuh ... pegal!!

Meski begitu... saya udah niat mau melanjutkan perjuangan si Dahon untuk mengantar saya pulang kantor... kalau bisa setiap hari, kalau nggak ya..... 3 kali seminggu gituuuu........
Gimana....... berminat mengikuti????

Monday, August 11, 2008

Kalung




Seminggu yang lalu tiba2 afya bertanya apakah ibunya bisa membuat kalung. Saya jawab bisa. Waaah ... tahunya dia pingin sekali membuat kalung sendiri sampai setiap hari dia bertanya apakah saya sudah membeli bahan2 untuk membuat kalung. Akhirnya kamis kemarin saya berburu ke Hosana untuk membeli bahan2 kalung.

Ternyata afya memang bersemangat sekali membuat kalung, dari yang awalnya dia cuma memasukkan sembarangan, sampai dia bisa membuat kalung yang lumayan 'bagus' ..... Begitu semangatnya membuat kalung, sampai sekarang bahkan saya sudah 3 kali ke Hosana.Lucunya setiap bapaknya bilang kalungnya dijual. afya marah2, karena takut kalungnya habis he... he....

Nah .. ini hasilnya ...

Wednesday, July 23, 2008

It's Dyno time




Afya dan sepupunya ke Pertunjukan Dyno alive di Jakarta.. muahal dan bikin anak-anak takut.. Tapi gak papa.. Mumpung Afya lagi senang dengan Dinosaurus

Sunday, July 6, 2008

Survei terakhir sebelum hari H




Bukan mau sombong.. tapi kami Panitia memang sangat serius mempersiapkan acara ini.. Lagi-lagi bukan sombong lho.. serius nih..

Saturday, July 5, 2008

Ciwidey




Hari Kamis kemarin, bareng Pakdhe Iyan sekeluarga (budhe dede, mas Bubu dan mas Bibi), afya main ke Ciwidey. Ke kawah Putih, Situ Patengan, trus berenang di Air Panas Walini .... dingiiiin .... tapi asyiiik ......
Pulangnya sempet beli oleh2 strawberi yang segeeeer .... trus mampir di Sindang Reret diwarnai insiden mas Bibi kecemplung di kolam ikan ...... (kasihan mas Bibi....)

Friday, July 4, 2008

Wednesday, July 2, 2008

Scirocco .. oh scirocco




Virus Om Jin membuat proyek ini terealisasi.. Tapi kapan mbangunnya nih..

Para Sponsor Temu Alumni




Hadlirin dan Hadlirot, inilah para Sponsor pendukung acara tanggal 12-13 Juli..
Bagi yang belum daftar, pintu surga masih terbuka

Monday, June 30, 2008

Saung Angklung Mang Udjo




Bapak, Ibu, Afya, Abu Mio, Budhe Sinta dan mas Damar nonton konser angklung

Thursday, June 26, 2008

Wednesday, June 25, 2008

Assembly Cendekia Leadership School




Naaaah ..... ini rekaman Afya dan teman- temannya anak TK Cendekia Leadership School pas nari igel - igel-an di Assembly akhir tahun tanggal 21 Juni 2008 kemarin.

MOV00004.3gp

Monday, June 9, 2008

Sepeda Flinstone For Sale




Sepeda untuk melatih anak usia 2-4 tahun belajar keseimbangan, melatih otot kaki dan bermain

Sunday, June 8, 2008

Syukuran Ir. Fadzar MM




walaupun sekolah cuma "iseng" dan " lama lulusnya" tapi MM UNPAD mau saja meluluskan...

Thursday, June 5, 2008

Surat terbuka untuk ibunya Afya... Banshee scirocco segera turun budgetnya dong...

Ini saya copykan sebuah tulisan dari mbak Sekar.. dicomot dari sepedaku.com

Mudah-mudahan menjadi lebih mengerti kenapa tiga sepeda itu harus diurusin terus..:)

Arief

----copied from sepedaku.com---

Suamiku penyepeda…
Kemana-mana naik sepeda, baik jalan-jalan (pakai sepeda bukan kaki) antar anak sekolah atau untuk cari uang alias kerja. Rute, kemana aja hayuh.. Genjot dari rumah ke stasiun kereta api, sepeda diangkat ke gerbong, sampai stasiun tujuan turun lanjut genjot ke tempat yg dituju. Atau titip sepeda di tukang mi rebus 24 jam di terminal bis untuk besoknya diambil dan genjot lagi.. tidak lupa sarapan lagi mi rebus pake telor.

Berantem teruuuuuus…
Awal dulu nyepeda, tiada hari tanpa ribut antara kami berdua.. Biasanya saya yg nyolot duluan melihat apa yg suami lakukan, ada mobil kok naik sepeda, jauh lagi! Kalau di jalan kenapa2 gimana?! Perang dunia sering terjadi terutama kalau suami diam2 antar atau jemput anak dg sepeda, goodness me! Mau rasanya saya buang itu sepeda!!

Sepeda berdandan..
Sepeda yg dulunya biasa2 aja, sekarang sdh lengkap dg lampu kecil yg kalau dipakai malam hr akan ketap ketip jd org yg nyupir di belakang sepeda bs lebih aware, lampu cat eye utk di depan jg nyala terang bener, bel ting tong yg lumayan nyaring (ayah pulang tuh tereak anak2, pdhal msh jauh bener dr rumah) panniers di kanan kiri, speedometer (yg akhirnya hilang jg di kereta api krn ditinggal ngobrol dg penyepeda lain pdhal sdh jd bukti otentik ribuan kilometer yg sdh dikayuh..) Perlengkapan diri lainnya, helm hadiah dr adik tersayang krn sebel jg liat abangnya nyepeda cm pake topi pet! Vest yg ada spotlight crossnya dipunggung yg kl di tempat gelap bs nyala sampai suatu ketika ada org tereak dlm bhs jawa: lho lho… kae klambine murup! (lho lho itu bajunya menyala!) Jas hujan warna jambon (merah muda gonjreng!!) yowis, biar aja jambon yg penting kl ujan dalemnya garing Smiley

Komentar dan reaksi banyak orang..
Ada kalanya dulu kl ada orang mencari rumah kami, dengan mudah menemukan karena pak Satpam kompleks akan mengatakan itu yang banyak sepedanya! Karena selain 2 sepeda anak2 kami, pernah ada 3 (ya betul, TIGA) sepeda milik suami sy. Mobil mengalah parkir di luar! Pernah jg sy ditelpon klien suami mengatakan, suruh suamimu itu berhenti di pinggir jalan, hentikan taksi dan naikkan itu sepeda ke dalam taksi, itu krn si klien kawatir suamiku terlambat sampai tempat pemotretan, atau sekali waktu sehabis pemotretan, suamiku “dinaikkan” ke dalam mobil bersama sepedanya, krn si partner ngenes melihat suami ngayuh lumayan jauh (tp seminggu kemudian suami si partner ini malah mengirim sebuah sepeda untuk suamiku, ya ampuuun…)

Antar anak ke sekolah..
Ken Kinasih, bungsu kami perempuan 4 th, tiap pagi diantar sekolah naik sepeda. Sepeda ayah dipasangi kursi duduk utk anak yg muat sampai 20 kg, warna merah beli di sebuah toko sepeda di keb.lama, 85 ribu pdhal sebelumnya barang yg sama kami lihat di toko sepeda gede lebih mahal, Ken nyaman duduk diikat (pakai seatbelt) di kursi itu dengan seragam sekolahnya, tidak lupa jaket dan kalau dingin ditambah celana training, syal plus sarung tangan, tdk ketinggalan helmnya warna pying (maksudnya ken, pink)

Nyepeda jauh bareng anak..
Karena hampir tiap hari ayah anak2 sy nyepeda lumayan jauh (bogor-jakarta-bogor) Brama Mahasara 8 th, yg memang sehari2nya sering kelebihan tenaga, minta ikut naik sepeda ke Jakarta. Jadilah rute Taman Cimanggu (rumah) ke stasiun, naik kereta sampai Ps Minggu ngayuh ke Cipete (rumah mbah) mampir dulu di pejaten minum es klamud (kelapa muda) dekat studionya maissy (penyanyi anak2 th 90an) nginep semalem bsknya lewat rute yg sm, pulang bawa oleh2 es klamud jg (at that time mertua sempat komentar ke anaknya (suamiku) kamu kok seperti IPDN yg dikomentari hanya cengengesan…) Atau pernah jg ke sekolah genjot bareng ayah, sampai sekolah sepeda diparkir bareng motor para guru, Brama senang, rada GR tepatnya, apalagi waktu teman2nya berkomentar, wah Brama naik sepeda ke sekolah! Sesekali Raka Dewangkara sulung kami, 12 th, bareng adik2nya dan ayah ikutan nyepeda, meninggalkan si ibu yg gak punya sepeda, putar2 tempat kami tinggal atau lebih jauh lagi. Anak senang ayahnya lebih senang..

Khayalan.. (jangan2 harapan ya..)
Ketika pulang dari tur memotret Toba-Tanah Lot tahun lalu (dg mobil bukan sepeda), di Jember suamiku cerita ketemu & berkenalan dg 2 bule naik sepeda dari Jerman menuju Australia, ups! Sy cm bs mbatin, oh please no, don’t say that you will ride your bike like them.. tp sy msh simpan kalimatnya suatu ketika dulu, ke Yogya naik sepeda kira2 berapa hari ya?

The milister and others..
Suamiku juga senang berlama2 di depan computer, browsing situs2 bersepeda atau ngobrol dg teman2 alam mayanya yg punya kedoyanan sama, nggenjot! Ada Oom Ranggapati (suamiku berharap bisa menengokmu naik sepeda & putar2 pulau Bali sambil tentunya, merancang bikin sepeda “ajaib”) atau para selebritis B2W (Oom Toto, kl para istri penyepeda berserikat & berkumpul, sy diajak ya!) atau ketemu teman lama (suatu hari suamiku cerita: gw ketemu Rully Kesuma, dia genjot dr Jati Asih ke kantornya di Proklamasi, trs Cepi Husada dr Rawalumbu ke kantor pusatnya McDonald) ada satu penyepeda yg pernah ke rumah kami dl di bintaro, ngobrol macem2 menyenangkan, siapa ya namanya, yg katanya mau ke jeddah naik sepeda? Atau ada sahabat seumur hidup, oom Alwin Basuki, nyepeda lagi oom ke bogor? Nanti dijemput di stasiun.. Pernah jg th 2005 kl tdk salah mau ikut anak2 Mapala & Yay Tunas Cendekia ke Gn Kidul motret aktivitas Sepeda untuk Sekolah, sekalian mau bw sepeda dr Yogya tp urung krn pekerjaan lain. Oom Yudhis Sudharsono yg slalu baik hati pd kami. Murid2 fotografi mas Darwis dg komentarnya utk pak guru mrk yg naik sepeda: wah greenpeace (hubungannya??) Mbak Kiki yg begitu sabar mempekerjakannya Smiley wah banyak sekali teman2 suamiku tdk bs disebut satu2..

Mumpung masih sempat..
Dg berjalannya waktu (tdk terasa sdh nyepeda 4 th) sepertinya daki2 ketidak-relaan (kl bs disamakan dg daki yg nempel di badan!) yg mungkin lbh tepat disebut ketidak-sukaan akan aktifitas menyepeda sebagai bagian dr tiap saat di hidup suamiku, hampir hilang.. presentasi ketidak-nyamanan memikirkan dirinya mengayuh entah di bagian mana dr bumi ini sementara cuaca tidak bersahabat dan waktu pun berputar terus, masih bersisa di hati, tetapi dengan sejuta pasrah dan doa, semoga Tuhan selalu menemaninya mengayuh..

Terima kasih sudah menjadi teman untuk anak-anakku selama ibunya sepertinya tidak punya banyak waktu untuk bersepeda bareng (beliin aku sepeda dong, yg lipet deh, nanti gantian kau aku pinjami..) Terima kasih sudah menebalkan telinga untuk omelan-omelan ku karena jutek abis liat dirimu lebih sering ngelus2 sepeda atau uplek dg tools sepedamu atau krn merasa sebel karena mengajak Ken ke bengkel sepedanya Oom Beben sampai kumel campur oli, atau Raka dan Brama yg kedip2an mata dg dirimu krn merahasiakan pergi ke satu tempat dg sepeda tp tdk mau terus terang sm ibunya..

Terima kasih yg tdk kalah besarnya, untuk semua teman suamiku, the milister, the cyclist, others.. as you all may not realize that all those things, times, become an important part of my husband life.. keep cycling guys!  Applause Thumb Up

I think its time for me to say, yes I do love you, tedi k wardhana..(so sad that we have not enough time together..)

(maaf ya pak moderator, besok2 sy bikin buku aja…)


Sekar Dinihari (istrinya penyepeda..)
Januari 10 2008 (it was your birthday & I suppose to give this as the birthday present..)

Saturday, May 24, 2008

Padepokan Karang Tumaritis




Perjalanan kedua rombongan tim survei hari ini ada di kawasan jl. Kol. Masturi yang bernama Padepokan Karang Tumaritis. Setelah makan siang di ayam goreng Brebes, rombongan meluncur ke arah jl Kol Masturi. Kalau Capolaga adalah wisata alam, di Karang Tumaritis tempat "mainnya"sudah dicampuri oleh "ulah" tangan - tangan manusia..... Padepokan ini menyediakan tempat berlibur yang lengkap. Ada tempat menginap mulai dari kelas barak sampai melati (10 kali yaaaa.... he... he...), arena olah raga, tempat bermain anak, ruang pertemuan (Untuk Mas fazar .... hobbinya rapat dapat dilaksanakan di sini), dilengkapi tempat parkir yang luasss...... Rasa - rasanya "kekurangan" tempat ini adalah nggak ada tempat buat main air........(nyemplung2 ciprat2an)

Rombongan sempat sholat Dhuhur di Padepokan, dan akhirnya pulang. Tapi sebelum pulang, ada survei bonus ke Istana Bunga (masuknya sambil membohongi satpam he... he... Bener2 nggak sopan deh ... mau masuk ke perumahan aja pake ditanya2!!), trus ke Katumiri di jl. Parongpong. Jadi meskipun capek, semua puas banget dengan perjalanan hari ini. Meskipun nantinya temu alumni (PAS) nggak jadi dilaksanakan di tenpat2 yang dikunjungi, paling tidak rombongan survei yang terdiri dari mbak endang, K sinta, K intan, K aryanti, dan K afrik sudah menjelajahi tempat2 tersebut.

Saking semangatnya, tim survei berencana untuk melaksanakan survei2 lanjutan (meskipun nggak disuruh lagi), misalnya minggu depan ke Sukabumi, minggu depannya lagi ke Bogor, ke Sentul, ke Lido, ke Cianjaur, dll........ Jadi kapan Temu alumninya ya???? Intinya kembali ke motto semula "tiada weekend tanpa piknik" dan "tiada weekend tanpa jalan - jalan"
Puaaas..... puaaaas.....

Ok ..... hasilnya silakan dilihat di bawah, masih merupakan hasil kaerja wartawan gadungan yang menyamar menjadi tim survei .....

Capolaga adventure camp




Seminggu sudah berlalu sejak survei di Hanjuang Siang. Hari ini rombongan survei yang bermotto "tiada weekend tanpa piknik", atau "tiada weekend tanpa jalan2", atau lebih tepatnya "tiada weekend tanpa survei" melanjutkan perjalanan ke kampung Panaruban Subang. Meskipun rombongan "hanya" berisi para ibu2 yang kesepian dan dikomandani oleh K afrik..... semua tetap semangat melaksanakan tugas mulia yang diamanahkan oleh para tetua...(group K fazar, group K Ihsan, K andy dan bapaknya afya abseeennnn). Jadinya K Afrik yang menjadi satu2nya 'bapak' dalam rombongan rela bertindak selaku pengawal sekaligus sopir .... he.... he.... (kata K andy, harusnya K Afrik pake jilbab juga!).

Akhirnya rombongan berangkat dari kawasan jl Progo sekira pukul 7.45, melewati dago bengkok, rombongan sampai di tempat tujuan pukul 9.00 (Itupun sudan mampir ke Tahu Tauhid untuk memenuhi keinginan mulut yang pingin nyemil he... he...). Area capolaga adventure camp memiliki berhektar2 area yang terbagi dalam beberapa fungsi. Ada agrowisata, trekking, camping ground, tea walk, dilengkapi dengan curug, kolam alam, sungai goa, dan tentu saja pesanggrahan, tempat parkir, toilet, dan lintasan jalan setapak yang tidak terlalu berat sehingga anak2 seperti luna (6 th) dan afya (4 th) bisa melewatinya tanpa banyak kesulitan.

Setelah puas melihat2 villa-nya (ada 4 villa), rombongan diajak berkeliling ke lokasi curug, camping ground (ada CG 1 sd 6), melalui jalan setapak yang naik turun sepanjang kurang lebih 1,2 km. Alamnya benar2 masih alami dengan air sungai yang jernih (afya dan luna nggak tahan pingin nyemplung). Ada kolam keseimbangan di curug sawer, tempat untuk menangkap ikan di CG 5-6, serta tak ketinggalan arena flying fox.....

Membayangkan berkemah atau tinggal di villa capolaga, rasanya banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. bahkan kalaupun ingin memboyong kelompok band, listrik tersedia paling tidak sampai CG 3 yang relatif dekat dengan "rumah induk". Kalaupun diadakan disekitar villa, disediakan panggung dengan kapasitas tempat penonton yang cukup memadai. Asyik banget ..... sampai - sampai perjalanan pulang dari CG 6 yang sedianya akan dilalui dengan mobil, akhirnya rombongan memilih berjalan kaki melewati kebon teh!!! Afya dan Luna pun kembali berjalan kaki meskipun terkadang ngambeg minta digendong (pakdhe Afrik).

Nah ... buat teman2 yang ingin melihat petualangan tim survei hari ini, silakan dinikmati foto yang diambil wartawan gadungan yang setia mengekor rombongan kemanapun pergi .......

Friday, May 23, 2008

Cireng Keraton




Demi memenuhi kerinduan para penggemarnya .... sore ini sepulang kantor saya sempet - sempetin meliput outlet kecil nan cantik milik cireng keraton di jl. Ambon (Tepatnya di vertex, depan SMP 7). Sesuai dengan visi misi dan strateginya, 'bukan cireng biasa' ini menyajikan cireng yang notabene makanan kampung menjadi sajian yang 'waaahhhh' (nggak kalah dengan keju "aahh").

Cireng yang berbahan dasar 'aci' (tepung tapioka), yang biasanya diisi dengan "paling banter" oncom atau kacang, diisi dengan beraneka rupa isian yang menarik dan terhitung makanan mahal seperti daging, ayam, keju, sosis, bakso dsb. Bentuknya pun dibuat lucu banget ... sehingga tampak luarnya seperti pastel atau kotak2 yang menarik hati.

Dengan harga Rp. 2000,- per biji, kita bisa menikmati sebuah cireng keraton yang yummy...... (sebagai bandingan, cireng biasa mateng, harganya Rp. 500,-). Pertama kali merasakan cireng keraton ini, rasanya memang 'lain'..... ennnaak.... gitu ..... pedes... trus nggak menghilangkan kesan dasar aci yang "ulet alias geunyal", jadi terus terang saja memang enaknya dimakan selagi panassss........ hah.......

O iya ... cireng ini juga membuktikan bahwa cireng isi sosis yang pernah dibuat oleh seseorang di arkansas amerika itu ternyata ada juga di gudangnya cireng alias tanah sunda alias Bandung ..... (nanti kita rasain sama - sama ya tante amerika.... kira2 cireng siapa yang lebih yummy...... he.... he.....). Buat nyonya haji di jeddah, tolong ditunda ngidam (cireng) nya ya..... kasihan keenan .... masih keciiiiilll.........

Nah .. buat temen2 yang tertarik ... bisa mencoba cireng ini di outlet cireng keraton di Jl. Ambon, Tri M Swalayan Cijerah, Pasir Kaliki dan jl. Sudirman...
Buat yang tertarik juga tapi nggak tinggal di Bandung, bisa menikmati juga dengan cara ....... Bikin sendiri dooong........ he.... he.....

(laporan wartawan gadungan. Promosi ini gratis lho ......)

Wednesday, May 21, 2008

Villa Hanjuang siang




Setelah meninggalkan arena pertandingan bulutangkis dengan sukses, rombongan (kecil) alumni meninggalkan kota Bandung menuju arah Pangalengan untuk memulai survey tempat temu alumni. Dengan menggunakan 2 mobil rombongan berangkat tanpa persiapan apapun, kecuali rombongan bertambah dengan munculnya para junior2 alumni seperti laras, damar, ilma, garda, dan luna.

Alhamdulillah cuaca dan jalan sangat mendukung. Jalan ke arah Banjaran yang biasanya padat tiba - tiba agak kosong. Mungkin terpengaruh niat mulia para alumni ya.......(padahal kayanya niatnya jalan - jalan he.... he....). Satu jam lebih kemudian rombongan tiba ke Villa Hanjuang Siang di jl Raya Pangalengan Km. 23. Wah .... sejuk dan lumayan nyaman (meskipun dibanding pine forest masih kalah). Ada kolam pemancingan, camping ground, kolam renang, arena outbond, dan disekelilingnya sawah.

Di tempat itu sedang ada rombongan dari biofarma, dan acaranya makan siang. Langsung saja perut2 yang mulai keroncongan berteriak2 minta diisi..... apa daya nggak bisa ikutan makan. Malu dong.... he... he....

Begitu melihat kolam renang juga anak2 (yang belum mandi) langsung nyebur... untungnya pengelola baik banget.... meski kita belum pasti memakai villanya, mereka udah berbaik hati mengajak kita keliling2 villa (padahal masih dipake), dipersilakan sholat di villa, dan anak2 nggak dilarang berenang!!!

Lumayan ... lumayan ....
(laporan wartawan gadungan lagi dengan foto seadanya. upload fotonya bermasalah mulu, tapi kadung kepencet publish ... jadi maap ya.... besok diupdate lagi deh!!)

turnamen bulutangkis




Seperti tidak mau kalah dengan Perebutan Piala Thomas dan Uber yang baru - baru ini berlangsung dan tentu saja (mungkin) untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei kemarin Kakak2 Pembina PAS membuat turnamen bulutangkis dengan Alumni. Mungkin karena kurang sosialisasi atau 'iklan' yang kurang gencar, alumni yang datang hanya beberapa gelintir, al. k fazar, k andy, k afrik, k ihsan, k ira, k shinta, k aryanti, dan untung saja ada m endang .....Sementara kakak PAS yang datang kayanya lebih dari 40 orang!!!

Kayanya mereka benar2 siap untuk bertarung, sementara alumni hanya menang.....duluan datangnya!!!! he... he.... Raket pun hanya 3 biji, nggak bawa 'bulu2 ayam' yang siap menjadi korban pemukulan.....

Akhirnya mau tidak mau turnamen dimulai. Awalnya sih pertandingan berjalan 'seperti' seharusnya. Tapi sebentar kemudian kakak2 alumni mulai membuat 'keributan' (kayanya kalau nggak ribut nggak seru katanya). Mainnya nggak pake aturan. Kakak PAS main double, alumni mainnya triple. Pemainnya juga ganti - ganti seenaknya bak permainan sepak bola he.... he.... Sampai wasit bingung memberi nilai karena udah nggak sesuai pakem. Malah nilai2 diatur oleh pemain (tentu saja pemain alumni).... anehnya wasit nya mau pula di atur (takut ditampol kakak alumi kaleeee.....). Pokoknya yang menang (harus) alumni he.... he.....

Sesudah puas merecoki kakak2 Pembina, al. merebut raket kakak2 yang sedang bermain untuk diberikan kepada alumni 'ibu2' yang kepingin belajar memukul bulu2 ayam, sebentar kemudian rombongan (kecil) alumni meninggalkan lapangan untuk mencari kegiatan lain yang 'katanya' lebih menantang yaitu : survey tempat temu alumni .....Padahal penyerahan thropi (kalau ada) juga belum dimulai he.... he.... (ini sih namanya jalan - jalan). Sampai - sampai yang punya sekolah Cendekia (m endang) ikut jalan2 ama siswanya yang membolos (Ara-nya k ihsan / k ira).....

Demikian laporan dari wartawan gadungan yg meliput kegiatan kakak2 alumni.
Silakan dinikmati gambarnya yang pasti tidak berkualitas he... he...

Sunday, May 11, 2008

Menikmati Hidup

Tulisan ini saya ambil dari salah satu milis yang saya ikuti, mungkin ada yang pernah membacanya.

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.
 
Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lollipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang
dilihatnya.
 
Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana
perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa
sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"
 
Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" Tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, Indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob."Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.
 
Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yg sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia
begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.
 
Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."
Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah
lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.
 
Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kitamenjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab,
"Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "
 
Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia.
Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan
membahagiakan.
 
Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup
menjadi lebih indah.
 
Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa Indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Friday, May 9, 2008

Kesedihan (lagi)

Sebenarnya saya tidak berharap menulis hal - hal yang sedih lagi. Tapi tengah malam tadi dapat sms kalau keponakan teman kantor yang baru berumur 2 minggu telah kembali kepangkuan-Nya . Meski saya sendiri tidak terlalu mengenal ibu si bayi, sejak awal saya seperti 'terhubung' dengan bayi itu, karena sejak bayi itu harus masuk masuk RS ketika berumur 2 hari, teman saya (tante bayi itu) selalu menghubungi saya untuk informasi tentang dokter, rumah sakit, atau fasilitas NICU yang ada di Bandung. Mungkin karena kami pernah punya pengalaman yang sama. (Alm. Hariz sempat 17 hari dirawat di NICU RSHS, dan 13 hari di PICU RSHS sebelum dipanggil Yang Kuasa).

Bayi laki2 yang diberi nama Muhammad Syaikha, terlahir dengan kelainan jantung, dimana ada saluran yang kurang sehingga darah bersih dan darah kotornya bercampur. Kebetulan dia lahir di bidan, dan langsung dibawa pulang tanpa sempat mendapat pemeriksaan dokter . 2 hari di rumah bayi tersebut tidak mau minum, menangis tanpa suara membiru jika menangis. Ketika dibawa ke dokter, diberi rujukan untuk lgs dibawa ke NPIU / NICU RSHS. Persoalan dimulai ketika keluarga ada yang ingin membawa bayi tersebut ke RS lain. Dari sini teman saya mulai menghubungi saya.

Akhirnya bayi tersebut di bawa ke Boromeus, dan langsung dirawat di NICU. 3 hari kemudian dipindah di ruang perawatan, tapi oleh dokter dirujuk ke Harapan Kita untuk dipriksa lebih lanjut. Tapi entah kenapa 2 hari kemudian bayi itu dibawa pulang. Saya tanya kenapa dibawa pulang. Katanya udah nggak ada treatmen lagi (belakangan saya baru tahu kalau ternyata mereka pulang paksa ). Waktu itu sebenarnya udah disarankan untuk segera dibawa ke Harapan Kita, tapi orang tua si bayi menunggu mau akikah dulu (bayi itu adalah anak pertama). Temen saya dan keluarganya nggak bisa berbuat apa apa, karena bapak ibunya yg paling berhak memutuskan. Mungkin juga karena bayi itu ketika di bawa pulang udah mau minum meski berhenti2 karena  kesulitan bernafas. Hampir seminggu bayi itu di rumah, sampai akhirnya rabu malam kemarin bayi itu mulai membiru lagi, nggak mau minum, tapi pipis terus. Anehnya ketika didesak untuk membawa bayi itu ke UGD, ayah bayi itu malah bilang besok aja !!

Besoknya kondisi bayi itu semakin parah. Saat itu mereka mulai kebingungan lagi bayi itu mau dibawa kemana. Ke Boromues, mungkin nggak enak, karena pulang paksa. Jadi pilihannya adalah RSHS atau Harapan Kita. Waktu itu saya sempat bilang, kalo kondisinya udah parah, bawa aja ke UGD (manapun!!). Akhirnya oleh keluarga dibawa ke RSHS, tapi oleh orang tuanya dibawa ke Instalasi Jantung, katanya mau minta rujukan ke Harapan Kita!!

Untunglah seorang perawat melihat kondisi bayi itu, dan segera berinisiatif memberikan oksigen dan melarikannya ke UGD. Ternyata kondisinya sangat kritis. Beruntung sekali penanganannya cepat, dan Alhamdulillah ada pasien NICU baru saja meninggalkan ruangan (R NICU hampir selalu penuh karena sangat terbatas peralatannya). Akhirnya bayi itu dibawa ke NICU dan saat itu juga dipasang alat bantu nafas (Ventilator).

Esoknya teman saya bercerita di kantor sambil menahan tangis karena menyesal telah membuang2 waktu. Dia menyesal mengapa dia dan kel. besarnya tidak memaksa orang tua bayi itu untuk segera membawanya ke RS Harapan Kita saat kondisi bayi itu masih memungkinkan. Tapi bagaimanapun kita tidak perlu menyalahkan siapapun, termasuk orang tua bayi itu. Yang penting dia telah tertangani.

Petang harinya, teman saya mengabarkan bahwa untuk menyelamatkan bayi itu, satu2nya cara adalah operasi. Untuk operasi harus menunggu kondisinya stabil, sementara untuk stabil, peluangnya sangat tipis, bahkan penyerapan oksigen bayi saat itu hanya tinggal 20% saja!! . Saat itu ingatan saya melayang ke masa 4 bulan yang lalu, ketika malam terakhir di PICU, Hariz kami mulai menurun penyerapan oksigennya (masih 80%), namun keesokan harinya ternyata Allah telah mengambilnya .

Pukul 23.50 menit, ponsel saya kembali menerima SMS yang berisi ananda Syaikha telah kembali kepangkuan-Nya..... Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiuun...... Allah telah menetapkan 'waktu' bagi tiap hamba-Nya. Apapun penyebabnya, yang harus kita yakini adalah bahwa 'waktu' itu akan tiba tepat sesuai ketetapan-Nya, sehingga kita tidak perlu menyalahkan siapa - siapa.

Semoga Allah memberi kekuatan untuk kedua orang tuanya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Amin....

Sunday, May 4, 2008

Water Park Sabda Alam Garut




Hari Sabtu kemarin (3 Mei), sementara bapaknya Afya Rafting bersama genk-nya, Saya, Afya, Teh Wida, Tante Nita dan Kk Rafi berenang bersama di Water Park di Hotel Sabda Alam Garut. Seru sekali! Meskipun airnya udah agak keruh (?), hal itu tidak mengurangi kesenangan anak - anak untuk berenang. Mungkin karena airnya hangat ya. Sampai - sampai mereka nggak mau berhenti sampai bapaknya menelpon jam 16.30. Padahal mereka sudah mulai berenang dari jam 13.00!!! Sebelum pulang bahkan Afya sudah berpesan untuk sering2 datang ke situ. Tentu saja bisa....

O ya.... kemarin untuk pertama kalinya Saya berani menyetir sendiri ke Garut!!! Sebagai sopir amatir, hal itu sangat menyenangkan. Ternyata saya berani juga he... he.... Paginya sebenarnya udah mau pundung karena ditinggal rafting *malu - malu*. Tapi kalau nggak ditinggal, belum tentu saya punya keberanian untuk berangkat sendiri .... (makasih ya pak atas kepercayaannya)

Berikut foto - foto waktu berenang di Water Park....

Monday, April 28, 2008

Terlalu???

Kadang - kadang saya merasa kami terlalu memaksa afya belajar. Sekolahnya udah fullday. Dia berangkat bareng saya, paling lambat jam 7. Pulangnya saya jemput, sampai di rumah paling cepat jam 5 sore. Itupun kalau saya pulang cepat .

Nah ... sejak Pebruari kemarin, setelah maghrib sampai Isya' Afya ikut ngaji TPA di masjid. Dari hari Senin s.d. Sabtu ..... Jadi pulang sekolah afya harus cepat2 mandi, makan, dan segera ke masjid. Isya' pulang, afya baru main, dan bobo paling cepat jam 9 malam. Seringnya malah Afya baru bisa bobo setelah lewat jam 10 .

Saya sering berpikir jangan - jangan kami terlalu memaksa Afya untuk belajar. Apalagi kalau Afya tidak bobo di sekolah (Afya susah bobo siang, meskipun di sekolah kegiatan setelah makan siang adalah bobo), bisa dipastikan di perjalanan pulang Afya sudah terlelap di mobil. Biasanya dia baru bangun habis Isya' sehingga ngajinya bolos. Kalau sudah begitu saya sering merasa bersalah. Jangan2 memang sebenarnya afya sudah capek di sekolah.

Belum lagi kalau hujan .... kita tetap memaksa afya ngaji. Kadang2 ternyata cuma dia aja yg datang. Bahkan pernah teteh gurunya juga nggak ada yang datang . Aduuuh ..... kasihan Afya. Saya sering diingatkan bapak saya, jangan terlalu memaksa Afya. Udah sekolah seharian, masih ngaji TPA lagi!

 Tapi sampai saat ini dia sepertinya menikmati sekolah dan TPA-nya. Kecuali ketiduran di mobil, dia selalu semangat berangkat mengaji. Jadi apa sebenarnya saya yang terlalu khawatir? Atau memang kami terlalu memaksakan Afya belajar?