Saturday, May 24, 2008

Padepokan Karang Tumaritis




Perjalanan kedua rombongan tim survei hari ini ada di kawasan jl. Kol. Masturi yang bernama Padepokan Karang Tumaritis. Setelah makan siang di ayam goreng Brebes, rombongan meluncur ke arah jl Kol Masturi. Kalau Capolaga adalah wisata alam, di Karang Tumaritis tempat "mainnya"sudah dicampuri oleh "ulah" tangan - tangan manusia..... Padepokan ini menyediakan tempat berlibur yang lengkap. Ada tempat menginap mulai dari kelas barak sampai melati (10 kali yaaaa.... he... he...), arena olah raga, tempat bermain anak, ruang pertemuan (Untuk Mas fazar .... hobbinya rapat dapat dilaksanakan di sini), dilengkapi tempat parkir yang luasss...... Rasa - rasanya "kekurangan" tempat ini adalah nggak ada tempat buat main air........(nyemplung2 ciprat2an)

Rombongan sempat sholat Dhuhur di Padepokan, dan akhirnya pulang. Tapi sebelum pulang, ada survei bonus ke Istana Bunga (masuknya sambil membohongi satpam he... he... Bener2 nggak sopan deh ... mau masuk ke perumahan aja pake ditanya2!!), trus ke Katumiri di jl. Parongpong. Jadi meskipun capek, semua puas banget dengan perjalanan hari ini. Meskipun nantinya temu alumni (PAS) nggak jadi dilaksanakan di tenpat2 yang dikunjungi, paling tidak rombongan survei yang terdiri dari mbak endang, K sinta, K intan, K aryanti, dan K afrik sudah menjelajahi tempat2 tersebut.

Saking semangatnya, tim survei berencana untuk melaksanakan survei2 lanjutan (meskipun nggak disuruh lagi), misalnya minggu depan ke Sukabumi, minggu depannya lagi ke Bogor, ke Sentul, ke Lido, ke Cianjaur, dll........ Jadi kapan Temu alumninya ya???? Intinya kembali ke motto semula "tiada weekend tanpa piknik" dan "tiada weekend tanpa jalan - jalan"
Puaaas..... puaaaas.....

Ok ..... hasilnya silakan dilihat di bawah, masih merupakan hasil kaerja wartawan gadungan yang menyamar menjadi tim survei .....

Capolaga adventure camp




Seminggu sudah berlalu sejak survei di Hanjuang Siang. Hari ini rombongan survei yang bermotto "tiada weekend tanpa piknik", atau "tiada weekend tanpa jalan2", atau lebih tepatnya "tiada weekend tanpa survei" melanjutkan perjalanan ke kampung Panaruban Subang. Meskipun rombongan "hanya" berisi para ibu2 yang kesepian dan dikomandani oleh K afrik..... semua tetap semangat melaksanakan tugas mulia yang diamanahkan oleh para tetua...(group K fazar, group K Ihsan, K andy dan bapaknya afya abseeennnn). Jadinya K Afrik yang menjadi satu2nya 'bapak' dalam rombongan rela bertindak selaku pengawal sekaligus sopir .... he.... he.... (kata K andy, harusnya K Afrik pake jilbab juga!).

Akhirnya rombongan berangkat dari kawasan jl Progo sekira pukul 7.45, melewati dago bengkok, rombongan sampai di tempat tujuan pukul 9.00 (Itupun sudan mampir ke Tahu Tauhid untuk memenuhi keinginan mulut yang pingin nyemil he... he...). Area capolaga adventure camp memiliki berhektar2 area yang terbagi dalam beberapa fungsi. Ada agrowisata, trekking, camping ground, tea walk, dilengkapi dengan curug, kolam alam, sungai goa, dan tentu saja pesanggrahan, tempat parkir, toilet, dan lintasan jalan setapak yang tidak terlalu berat sehingga anak2 seperti luna (6 th) dan afya (4 th) bisa melewatinya tanpa banyak kesulitan.

Setelah puas melihat2 villa-nya (ada 4 villa), rombongan diajak berkeliling ke lokasi curug, camping ground (ada CG 1 sd 6), melalui jalan setapak yang naik turun sepanjang kurang lebih 1,2 km. Alamnya benar2 masih alami dengan air sungai yang jernih (afya dan luna nggak tahan pingin nyemplung). Ada kolam keseimbangan di curug sawer, tempat untuk menangkap ikan di CG 5-6, serta tak ketinggalan arena flying fox.....

Membayangkan berkemah atau tinggal di villa capolaga, rasanya banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. bahkan kalaupun ingin memboyong kelompok band, listrik tersedia paling tidak sampai CG 3 yang relatif dekat dengan "rumah induk". Kalaupun diadakan disekitar villa, disediakan panggung dengan kapasitas tempat penonton yang cukup memadai. Asyik banget ..... sampai - sampai perjalanan pulang dari CG 6 yang sedianya akan dilalui dengan mobil, akhirnya rombongan memilih berjalan kaki melewati kebon teh!!! Afya dan Luna pun kembali berjalan kaki meskipun terkadang ngambeg minta digendong (pakdhe Afrik).

Nah ... buat teman2 yang ingin melihat petualangan tim survei hari ini, silakan dinikmati foto yang diambil wartawan gadungan yang setia mengekor rombongan kemanapun pergi .......

Friday, May 23, 2008

Cireng Keraton




Demi memenuhi kerinduan para penggemarnya .... sore ini sepulang kantor saya sempet - sempetin meliput outlet kecil nan cantik milik cireng keraton di jl. Ambon (Tepatnya di vertex, depan SMP 7). Sesuai dengan visi misi dan strateginya, 'bukan cireng biasa' ini menyajikan cireng yang notabene makanan kampung menjadi sajian yang 'waaahhhh' (nggak kalah dengan keju "aahh").

Cireng yang berbahan dasar 'aci' (tepung tapioka), yang biasanya diisi dengan "paling banter" oncom atau kacang, diisi dengan beraneka rupa isian yang menarik dan terhitung makanan mahal seperti daging, ayam, keju, sosis, bakso dsb. Bentuknya pun dibuat lucu banget ... sehingga tampak luarnya seperti pastel atau kotak2 yang menarik hati.

Dengan harga Rp. 2000,- per biji, kita bisa menikmati sebuah cireng keraton yang yummy...... (sebagai bandingan, cireng biasa mateng, harganya Rp. 500,-). Pertama kali merasakan cireng keraton ini, rasanya memang 'lain'..... ennnaak.... gitu ..... pedes... trus nggak menghilangkan kesan dasar aci yang "ulet alias geunyal", jadi terus terang saja memang enaknya dimakan selagi panassss........ hah.......

O iya ... cireng ini juga membuktikan bahwa cireng isi sosis yang pernah dibuat oleh seseorang di arkansas amerika itu ternyata ada juga di gudangnya cireng alias tanah sunda alias Bandung ..... (nanti kita rasain sama - sama ya tante amerika.... kira2 cireng siapa yang lebih yummy...... he.... he.....). Buat nyonya haji di jeddah, tolong ditunda ngidam (cireng) nya ya..... kasihan keenan .... masih keciiiiilll.........

Nah .. buat temen2 yang tertarik ... bisa mencoba cireng ini di outlet cireng keraton di Jl. Ambon, Tri M Swalayan Cijerah, Pasir Kaliki dan jl. Sudirman...
Buat yang tertarik juga tapi nggak tinggal di Bandung, bisa menikmati juga dengan cara ....... Bikin sendiri dooong........ he.... he.....

(laporan wartawan gadungan. Promosi ini gratis lho ......)

Wednesday, May 21, 2008

Villa Hanjuang siang




Setelah meninggalkan arena pertandingan bulutangkis dengan sukses, rombongan (kecil) alumni meninggalkan kota Bandung menuju arah Pangalengan untuk memulai survey tempat temu alumni. Dengan menggunakan 2 mobil rombongan berangkat tanpa persiapan apapun, kecuali rombongan bertambah dengan munculnya para junior2 alumni seperti laras, damar, ilma, garda, dan luna.

Alhamdulillah cuaca dan jalan sangat mendukung. Jalan ke arah Banjaran yang biasanya padat tiba - tiba agak kosong. Mungkin terpengaruh niat mulia para alumni ya.......(padahal kayanya niatnya jalan - jalan he.... he....). Satu jam lebih kemudian rombongan tiba ke Villa Hanjuang Siang di jl Raya Pangalengan Km. 23. Wah .... sejuk dan lumayan nyaman (meskipun dibanding pine forest masih kalah). Ada kolam pemancingan, camping ground, kolam renang, arena outbond, dan disekelilingnya sawah.

Di tempat itu sedang ada rombongan dari biofarma, dan acaranya makan siang. Langsung saja perut2 yang mulai keroncongan berteriak2 minta diisi..... apa daya nggak bisa ikutan makan. Malu dong.... he... he....

Begitu melihat kolam renang juga anak2 (yang belum mandi) langsung nyebur... untungnya pengelola baik banget.... meski kita belum pasti memakai villanya, mereka udah berbaik hati mengajak kita keliling2 villa (padahal masih dipake), dipersilakan sholat di villa, dan anak2 nggak dilarang berenang!!!

Lumayan ... lumayan ....
(laporan wartawan gadungan lagi dengan foto seadanya. upload fotonya bermasalah mulu, tapi kadung kepencet publish ... jadi maap ya.... besok diupdate lagi deh!!)

turnamen bulutangkis




Seperti tidak mau kalah dengan Perebutan Piala Thomas dan Uber yang baru - baru ini berlangsung dan tentu saja (mungkin) untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei kemarin Kakak2 Pembina PAS membuat turnamen bulutangkis dengan Alumni. Mungkin karena kurang sosialisasi atau 'iklan' yang kurang gencar, alumni yang datang hanya beberapa gelintir, al. k fazar, k andy, k afrik, k ihsan, k ira, k shinta, k aryanti, dan untung saja ada m endang .....Sementara kakak PAS yang datang kayanya lebih dari 40 orang!!!

Kayanya mereka benar2 siap untuk bertarung, sementara alumni hanya menang.....duluan datangnya!!!! he... he.... Raket pun hanya 3 biji, nggak bawa 'bulu2 ayam' yang siap menjadi korban pemukulan.....

Akhirnya mau tidak mau turnamen dimulai. Awalnya sih pertandingan berjalan 'seperti' seharusnya. Tapi sebentar kemudian kakak2 alumni mulai membuat 'keributan' (kayanya kalau nggak ribut nggak seru katanya). Mainnya nggak pake aturan. Kakak PAS main double, alumni mainnya triple. Pemainnya juga ganti - ganti seenaknya bak permainan sepak bola he.... he.... Sampai wasit bingung memberi nilai karena udah nggak sesuai pakem. Malah nilai2 diatur oleh pemain (tentu saja pemain alumni).... anehnya wasit nya mau pula di atur (takut ditampol kakak alumi kaleeee.....). Pokoknya yang menang (harus) alumni he.... he.....

Sesudah puas merecoki kakak2 Pembina, al. merebut raket kakak2 yang sedang bermain untuk diberikan kepada alumni 'ibu2' yang kepingin belajar memukul bulu2 ayam, sebentar kemudian rombongan (kecil) alumni meninggalkan lapangan untuk mencari kegiatan lain yang 'katanya' lebih menantang yaitu : survey tempat temu alumni .....Padahal penyerahan thropi (kalau ada) juga belum dimulai he.... he.... (ini sih namanya jalan - jalan). Sampai - sampai yang punya sekolah Cendekia (m endang) ikut jalan2 ama siswanya yang membolos (Ara-nya k ihsan / k ira).....

Demikian laporan dari wartawan gadungan yg meliput kegiatan kakak2 alumni.
Silakan dinikmati gambarnya yang pasti tidak berkualitas he... he...

Sunday, May 11, 2008

Menikmati Hidup

Tulisan ini saya ambil dari salah satu milis yang saya ikuti, mungkin ada yang pernah membacanya.

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.
 
Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lollipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang
dilihatnya.
 
Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana
perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa
sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"
 
Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" Tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, Indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob."Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.
 
Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yg sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia
begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.
 
Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia."
Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah
lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.
 
Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kitamenjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab,
"Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "
 
Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa 'nanti' bahagia.
Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan
membahagiakan.
 
Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup
menjadi lebih indah.
 
Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa Indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Friday, May 9, 2008

Kesedihan (lagi)

Sebenarnya saya tidak berharap menulis hal - hal yang sedih lagi. Tapi tengah malam tadi dapat sms kalau keponakan teman kantor yang baru berumur 2 minggu telah kembali kepangkuan-Nya . Meski saya sendiri tidak terlalu mengenal ibu si bayi, sejak awal saya seperti 'terhubung' dengan bayi itu, karena sejak bayi itu harus masuk masuk RS ketika berumur 2 hari, teman saya (tante bayi itu) selalu menghubungi saya untuk informasi tentang dokter, rumah sakit, atau fasilitas NICU yang ada di Bandung. Mungkin karena kami pernah punya pengalaman yang sama. (Alm. Hariz sempat 17 hari dirawat di NICU RSHS, dan 13 hari di PICU RSHS sebelum dipanggil Yang Kuasa).

Bayi laki2 yang diberi nama Muhammad Syaikha, terlahir dengan kelainan jantung, dimana ada saluran yang kurang sehingga darah bersih dan darah kotornya bercampur. Kebetulan dia lahir di bidan, dan langsung dibawa pulang tanpa sempat mendapat pemeriksaan dokter . 2 hari di rumah bayi tersebut tidak mau minum, menangis tanpa suara membiru jika menangis. Ketika dibawa ke dokter, diberi rujukan untuk lgs dibawa ke NPIU / NICU RSHS. Persoalan dimulai ketika keluarga ada yang ingin membawa bayi tersebut ke RS lain. Dari sini teman saya mulai menghubungi saya.

Akhirnya bayi tersebut di bawa ke Boromeus, dan langsung dirawat di NICU. 3 hari kemudian dipindah di ruang perawatan, tapi oleh dokter dirujuk ke Harapan Kita untuk dipriksa lebih lanjut. Tapi entah kenapa 2 hari kemudian bayi itu dibawa pulang. Saya tanya kenapa dibawa pulang. Katanya udah nggak ada treatmen lagi (belakangan saya baru tahu kalau ternyata mereka pulang paksa ). Waktu itu sebenarnya udah disarankan untuk segera dibawa ke Harapan Kita, tapi orang tua si bayi menunggu mau akikah dulu (bayi itu adalah anak pertama). Temen saya dan keluarganya nggak bisa berbuat apa apa, karena bapak ibunya yg paling berhak memutuskan. Mungkin juga karena bayi itu ketika di bawa pulang udah mau minum meski berhenti2 karena  kesulitan bernafas. Hampir seminggu bayi itu di rumah, sampai akhirnya rabu malam kemarin bayi itu mulai membiru lagi, nggak mau minum, tapi pipis terus. Anehnya ketika didesak untuk membawa bayi itu ke UGD, ayah bayi itu malah bilang besok aja !!

Besoknya kondisi bayi itu semakin parah. Saat itu mereka mulai kebingungan lagi bayi itu mau dibawa kemana. Ke Boromues, mungkin nggak enak, karena pulang paksa. Jadi pilihannya adalah RSHS atau Harapan Kita. Waktu itu saya sempat bilang, kalo kondisinya udah parah, bawa aja ke UGD (manapun!!). Akhirnya oleh keluarga dibawa ke RSHS, tapi oleh orang tuanya dibawa ke Instalasi Jantung, katanya mau minta rujukan ke Harapan Kita!!

Untunglah seorang perawat melihat kondisi bayi itu, dan segera berinisiatif memberikan oksigen dan melarikannya ke UGD. Ternyata kondisinya sangat kritis. Beruntung sekali penanganannya cepat, dan Alhamdulillah ada pasien NICU baru saja meninggalkan ruangan (R NICU hampir selalu penuh karena sangat terbatas peralatannya). Akhirnya bayi itu dibawa ke NICU dan saat itu juga dipasang alat bantu nafas (Ventilator).

Esoknya teman saya bercerita di kantor sambil menahan tangis karena menyesal telah membuang2 waktu. Dia menyesal mengapa dia dan kel. besarnya tidak memaksa orang tua bayi itu untuk segera membawanya ke RS Harapan Kita saat kondisi bayi itu masih memungkinkan. Tapi bagaimanapun kita tidak perlu menyalahkan siapapun, termasuk orang tua bayi itu. Yang penting dia telah tertangani.

Petang harinya, teman saya mengabarkan bahwa untuk menyelamatkan bayi itu, satu2nya cara adalah operasi. Untuk operasi harus menunggu kondisinya stabil, sementara untuk stabil, peluangnya sangat tipis, bahkan penyerapan oksigen bayi saat itu hanya tinggal 20% saja!! . Saat itu ingatan saya melayang ke masa 4 bulan yang lalu, ketika malam terakhir di PICU, Hariz kami mulai menurun penyerapan oksigennya (masih 80%), namun keesokan harinya ternyata Allah telah mengambilnya .

Pukul 23.50 menit, ponsel saya kembali menerima SMS yang berisi ananda Syaikha telah kembali kepangkuan-Nya..... Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiuun...... Allah telah menetapkan 'waktu' bagi tiap hamba-Nya. Apapun penyebabnya, yang harus kita yakini adalah bahwa 'waktu' itu akan tiba tepat sesuai ketetapan-Nya, sehingga kita tidak perlu menyalahkan siapa - siapa.

Semoga Allah memberi kekuatan untuk kedua orang tuanya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Amin....

Sunday, May 4, 2008

Water Park Sabda Alam Garut




Hari Sabtu kemarin (3 Mei), sementara bapaknya Afya Rafting bersama genk-nya, Saya, Afya, Teh Wida, Tante Nita dan Kk Rafi berenang bersama di Water Park di Hotel Sabda Alam Garut. Seru sekali! Meskipun airnya udah agak keruh (?), hal itu tidak mengurangi kesenangan anak - anak untuk berenang. Mungkin karena airnya hangat ya. Sampai - sampai mereka nggak mau berhenti sampai bapaknya menelpon jam 16.30. Padahal mereka sudah mulai berenang dari jam 13.00!!! Sebelum pulang bahkan Afya sudah berpesan untuk sering2 datang ke situ. Tentu saja bisa....

O ya.... kemarin untuk pertama kalinya Saya berani menyetir sendiri ke Garut!!! Sebagai sopir amatir, hal itu sangat menyenangkan. Ternyata saya berani juga he... he.... Paginya sebenarnya udah mau pundung karena ditinggal rafting *malu - malu*. Tapi kalau nggak ditinggal, belum tentu saya punya keberanian untuk berangkat sendiri .... (makasih ya pak atas kepercayaannya)

Berikut foto - foto waktu berenang di Water Park....