Monday, April 28, 2008

Terlalu???

Kadang - kadang saya merasa kami terlalu memaksa afya belajar. Sekolahnya udah fullday. Dia berangkat bareng saya, paling lambat jam 7. Pulangnya saya jemput, sampai di rumah paling cepat jam 5 sore. Itupun kalau saya pulang cepat .

Nah ... sejak Pebruari kemarin, setelah maghrib sampai Isya' Afya ikut ngaji TPA di masjid. Dari hari Senin s.d. Sabtu ..... Jadi pulang sekolah afya harus cepat2 mandi, makan, dan segera ke masjid. Isya' pulang, afya baru main, dan bobo paling cepat jam 9 malam. Seringnya malah Afya baru bisa bobo setelah lewat jam 10 .

Saya sering berpikir jangan - jangan kami terlalu memaksa Afya untuk belajar. Apalagi kalau Afya tidak bobo di sekolah (Afya susah bobo siang, meskipun di sekolah kegiatan setelah makan siang adalah bobo), bisa dipastikan di perjalanan pulang Afya sudah terlelap di mobil. Biasanya dia baru bangun habis Isya' sehingga ngajinya bolos. Kalau sudah begitu saya sering merasa bersalah. Jangan2 memang sebenarnya afya sudah capek di sekolah.

Belum lagi kalau hujan .... kita tetap memaksa afya ngaji. Kadang2 ternyata cuma dia aja yg datang. Bahkan pernah teteh gurunya juga nggak ada yang datang . Aduuuh ..... kasihan Afya. Saya sering diingatkan bapak saya, jangan terlalu memaksa Afya. Udah sekolah seharian, masih ngaji TPA lagi!

 Tapi sampai saat ini dia sepertinya menikmati sekolah dan TPA-nya. Kecuali ketiduran di mobil, dia selalu semangat berangkat mengaji. Jadi apa sebenarnya saya yang terlalu khawatir? Atau memang kami terlalu memaksakan Afya belajar?

Saturday, April 26, 2008

Day care

Afya sudah mulai 'sekolah' sejak dia umur 7 bulan. Lebih tepatnya ikut day care di Cendekia. Saya sendiri cuti sampai afya berusia 5 bulan karena cuti bersalin-nya disambung cuti besar. Setelah itu selama sebulan ibu menunggu afya, disambung tantenya selama lebih dari 2 minggu. Waktu itu kami punya pertimbangan - pertimbangan :
  • Di rumah hanya ada si mbak, yang tentu masih punya pekerjaan domestik lainnya. Sehingga salah satu pasti harus dikorbankan.
  • Cendekia ada di jalan Belitung yang relatif dekat dengan kantor (jl. Asia Afrika), sehingga saya bisa menengok di jam istirahat kantor.
  • Ada pengasuh yang lebih berpengadalaman (waktu itu salah satu pangasuhnya perawat) dan banyak orang di sekolah dibanding jika harus sendiri bersama si mbak di rumah.
Pertama kali melepas Afya ke 'sekolah', ada rasa nggak tega. Rasanya gimanaaa..... gitu anak masih kecil gitu kok dititipkan ke orang lain. Yang membuat kami yakin adalah kami percaya dengan pengelolanya (mbak Endang). Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ternyata saya lebih merasa nyaman  ketika Afya ada di sekolah dibandingkan jika dia terpaksa harus di rumah bersama si Mbak. Bahkan ketika anak sekolah libur (PG, TK, SD), afya tetap sekolah. Waktu itu hebatnya lagi afya adalah satu2nya penghuni tetap day care cendekia, sementara yang lain hanya temporer. Padahal bu gurunya ada 2. Asyik kan......

Di day care perkembangan afya yang paling menonjol adalah kemampuan bahasanya. Mungkin karena di sana banyak yang mengajak bicara, selain bu guru, tentunya banyak kakak2 yang sering mengajak afya berbicara (selain mungkin bakat juga ya......). Afya juga jadi anak pemberani, nggak takut2 kalau bertemu orang. Afya sendiri tampaknya sangat menikmati, dan sudah menjadikan day care-nya sebagai rumah kedua. Sayapun sampai saat ini bersyukur karena berkat day care, bisa menyusui Afya sampai 2th 2 bulan, dan selama itu Afya tidak sempat merasakan susu formula.

Pada akhirnya kami sangat bersyukur bahwa Mbak Endang telah mendirikan CLS lengkap dengan day care-nya, bahkan alm. anak kami Hariz sempat juga merasakan hangatnya lingkungan Cendekia sejak dia belum berusia 4 bulan, sayang dia tidak bisa berlama - lama di sana........

Kekhawatiran bahwa kalau anak sekolah terlalu dini akan bosan juga tidak terbukti, karena sampai saat ini Afya tetap menikmati sekolahnya (TK. A). Mungkin karena si CLS ada tahap2nya, dari day care sampai SD, Afya pun sudah tahu, dan bahkan membuat dia lebih bersemangat karena tahu pada usia tertentu dia akan sampai pada tahapan sekolah yang lebih tinggi.

Namun bagaimanapun bagusnya sesuatu, tetap saja ada kekurangannya. Bagi kami, satu - satunya kekurangan day care di CLS adalah memupuskan harapan kami agar Afya bisa berbahasa Jawa....... . Masalahnya, semua gurunya Sunda (kecuali mbak Endang). Jadi akhirnya Afya yang di rumah  kami biasakan berbahasa Jawa, keluarnya tetap bahasa Indonesia, lengkap dengan logat Sunda-nya...... 

Tengkyu Mbak Endang, Bu Nana, Bu Nia, Bu Yuyun..... (tentu saja guru2 lain di Cendekia)




Monday, April 21, 2008

Bangka Island..


Kapal Keruk sedang mengeduk kandungan timah dari laut

Keindahan pulau bangka yang tiada tara

Friday, April 11, 2008

Pindah Sekolah

Sudah satu minggu ini, Sekolah Cendekia pindah dari jl. Belitung ke Awiligar Dago.... Jauuuh... rasanya. Jadi saya sudah membayangkan tiap hari akan selalu 'sibuk' dan terburu - buru . Sebenarnya dari rumah (Antapani) ada jalan memotong lewat cimuncang, suci, langsung naik ke cigadung .... Tapi paling tidak ada 2 alasan yang membuat kami memutuskan afya tetap kami antar ke jl. Belitung untuk kemudian ikut jemputan yang disediakan pihak sekolah, meskipun sebelum 07.30 afya harus sudah di jl. Belitung.

Alasan pertama tentu saja menyangkut masalah teknis, yaitu bahwa afya diantar ibunya, sementara status ibunya adalah sopir cabutan (mikir juga mau naik2 ke puncak gunung. belum pernah dicoba sih.... nanti pingin nyoba juga).
Yang kedua, kalau ibunya langsung mengantar ke Awiligar, urusan kantor bisa berabe, karena bisa dipastikan akan kesiangan ...... (duh .. kaya pegawai teladan!!!)

Hari pertama kemarin, meskipun grubag grubug, akhirnya dengan sukses afya bisa tiba di sekolah jam 07.20..... selamat...... Yang bikin surprise adalah bahwa jemputannya bukan mobil seperti yang kami bayangkan, tetapi Bus!!! Anak - anak sangat bersuka cita, bahkan ada yang bilang :' wah .... kita piknik setiap hari!' he.... he.... Buat Afya, ini adalah kali pertama naik Bus, karena kendaraan favoritnya adalah angkot . Tentu saja dia senang sekali.

Dengan segera Bus penuh oleh anak - anak. Belum lagi hari itu banyak anak yang membawa tanaman untuk keperluan acara Green Week di sekolah. Alhasil Bus pun dipenuhi dengan aneka rupa tanaman dan alat2 bercocok tanam ..... Wah .... wah .... seru sekali! Saking penuhnya, bangku untuk 2 orang diisi dengan 3 orang anak.... tapi ya cukup2 aja, wong anak2nya unyil2 kaya afya!! Alhamdulillah .... lewat sedikit dari 07.30 busnya akhirnya berangkat...

Pulang sekolah, afya menjadi anak terakhir yang dijemput (seperti biasanya) ..... Menurut cerita bu Guru, anak2 sempat tertidur di bus waktu pulang, tapi afya nggak. Tapi saya lihat Afya seperti yang capeeek...... gitu. Duh ... kasihan .... Dalam hati saya menyesal juga .. kenapa sekolahnya pindah.... (maaf ya bude endang.....). Dan bener juga, sepanjang jalan afya jadi pendiam, dan akhirnya tertidur di mobil, sampai dipindah ke kasur jg nggak bangun. Yah ... jadinya hari itu ngaji di masjidnya absen deh ....

Hari kedua karena ibunya demam, jadilah afya diantar bapak. Seperti biasa, karena 'dipisahkan' dari ibunya, afya ngambeg, nangis, dan rewel!! Jadilah pagi itu sibuk membujuk afya supaya mau sekolah. Hasilnya jadi kesiangan kalo ikut jemputan, tapi nggak masalah, karena afya diantar langsung oleh bapaknya ke Awiligar. Pulangnya meskipun sampai di rumah Maghrib, afya bahkan masih bisa ngaji ke mesjid. Wah ... saya membatin, kayanya Afya udah menyesuaikan diri nih ....

Hari Rabu, Afya kembali sama ibu, dan tiba 5 menit sebelum Bus berangkat ..... selamat ... selamat ..... Tapi pas malamnya.... afya semaleman nggak pulas bobonya.... katanya kakinya pegal!! Sampe nangis2 segala..... jadinya ibunya ikutan nggak bisa bobo karena mijitin kakinya.... Saya kembali membatin, mungkin karena jauh, afya kecapekan, atau naik busnya nggak nyaman...

Hari kamisnya..... jadilah afya menjadi anak terakhir yang datang . Alhamdulillah... nggak terlambat. Pulang sekolah afya tetap mengaji, dan malamnya pulas tidur, meskipun agak mengeluh kakinya pegal sedikit.....

Hari Jum'at, tanpa Bita (si mbak), dengan pontang panting akhirnya tiba di sekolah sebelumdua siswa  terakhir . Pulangnya afya tetap mengaji, dan pulas tidur tanpa gangguan. Alhamdulillah .... rupanya hanya perlu penyesuaian sedikit. Hanya orang tuanya saja yang terlalu mengkhawatirkan, dan terlalu banyak membatin yang nggak nggak .

Seneng sekali ..... minggu pertama pindah sekolah berakhir dengan sukses. Semoga selanjutnya semakin lancar, dan afya semakin menikmati sekolahnya....


Monday, April 7, 2008

Loyang

Setelah selama seminggu Afya merengek2 mau bikin kue (Afya lagi libur seminggu, jadi bosan mereun), akhirnya hari Sabtu kemarin belanja bahan, dan minggunya jadi juga kita bikin kue bolu.

Seperti biasa afya dengan semangat membantu menimbang, mengocok, mengaduk, meskipun ujung2nya bukannya jadi beres tapi jadi berantakan ..... Tapi nggak apa apalah.... namanya juga anak - anak. Yang penting kan dia belajar.

Setelah siap dioven, setengah jam kemudian si kue udah bau harum.... dan siap untuk dikeluarkan. Saya panggil Afya, dan saya tunjukkan kalo kuenya sudah matang. Wah dia senang minta ampun, karena menurutnya kue itu adalah buatan afya dan ibu...

Setelah saya keluarkan dari oven, saya bilang ke afya, jangan dipegang ya, masih panas. Lalu saya ambil cempal untuk mengeluarkan kue dari loyang. Rasanya sih nggak ada 5 detik. Tiba - tiba kata Afya : " Ibu ... panas...."

Saya bilang, "makanya jangan dipegang...."

Saya pikir dia hanya memegang loyang tersebut, sehingga saya melanjutkan dengan mengeluarkan kue dan memotong2nya. Bahkan setelah itu afya sempat makan kue, dan juga membaginya ke bapaknya. Tapi tiba - tiba pandangan saya sampai pada bibirnya.... kok merah??? Saya pikir seperti biasanya afya memakai spidol untuk lipstik .... tapi kok rasanya ada yang aneh .... setelah saya tanya, afya bilang kalo bibirnya panas, karena tadi mau cium kue, dan kena loyang.... Astaghfirullah.....

Saya cepat2 mengolesinya dengan pasta gigi, dan rupanya setelah itu afya baru merasa bibirnya perih. Jadi menangislah dia. Aduuh .... saya jadi merasa bersalah.

Cerita mencium loyang panas itu berlanjut pagi tadi ketika dia ikut bangun subuh .... bibirnya mengelupas, dan kelihatan merah agak basah. Bibirnya pun bengkak. Waduh....
Saya tanya apakah sakit, dia bilang nggak. Tapi setelah itu dia menangis.... Saya tanya kenapa nggak sakit kok menangis....
Katanya : "ibu .. kalo bibir afya seperti ini, afya nggak cantik...."
Saya jadi tertawa dalam hati..... weleh... weleh ... anak perempuan... Memang urusan dandan, dia lebih suka dandan dibanding ibunya. Kalo ke supermarket, yang dicari pertama kali adalah parfum .. he... he...

Cukup lama juga membujuknya, sampai akhirnya dia bilang, "kan perempuan itu cantik ya bu, kulitnya hitam cantik, coklat cantik, putih cantik ....."

Dan pagi itu untungnya bapaknya ikut mendukung (biasanya malah menyengaja menggoda afya sampai nangis .....) dengan menggendong afya dan mengatakan kalau afya tetap cantik meskipun bibirnya bengkak....

Akhirnya dia juga tetap masuk sekolah meskipun bibirnya sedikit bengkak.

Satu pelajaran buat saya, bahkan 5 detik pun bisa sangat berbahaya untuk anak, yang rasa ingin tahunya begitu besar. Mudah - mudahan lain kali tidak terulang lagi. Maafkan ibu ya nak.... lain kali ibu akan lebih berhati - hati ....