Sebenarnya saya tidak ingin memulai tulisan saya dengan kesedihan, tapi itulah yang ada di hati saya saat ini. Hampir dua bulan yang lalu hariz kami kembali ke pangkuan-Nya, dan selama itu pula saya tidak pernah bisa berhenti untuk mengingatnya. Kadang kala saya merasa dia hanya sedang berada di tempat lain. Saat saya bekerja, dia sedang bermain bersama ibu2 di cendekia, atau saat saya sedang bersama kakaknya afya, dia hanya sedang bobo di kamar sebelah. Kalau saya ditanya apakah saya ikhlas melepasnya pergi, saya akan menjawab saya ikhlas. Tapi entah mengapa saya selalu berpikir bahwa kami tidak 'mempersiapkan' hariz sebagaimana yang seharusnya, setelah kehilangan - kehilangan kami sebelumnya. Padahal kami sudah berpikir, jauh sebelum kelahirannya di dunia ini, bahwa kelahiran seorang anak dalam kehidupan kami mungkin akan beresiko.
Saya ingat saat saya mengandung afya, di usia 5 bulan kami periksa kepada seorang herbalis, dan selama 2 bulan berikutnya saya minum jamu sesuai anjurannya. Andaipun bukan karena itu, alhamdulillah sampai saat ini Allah memberikan kesehatan untuk anak kami afya. Lalu ketika saya mengandung hariz, kekhawatiran yang sama sebenarnya ada, bahkan lebih besar, saat kami tahu bahwa saya mengandung janin laki2, tentu karena sebelumnya Allah memanggil 2 anak laki2 kami sebelum mereka berusia 6 bulan. Tapi entah mengapa apa yang kami pikirkan akan kami lakukan, tidak kami lakukan. Periksa darah, dna, air ketuban, sampai menyimpan darah tali pusat, tidak juga kami lakukan. Tapi ini sudah jalan-Nya. Bahwa semua telah menjadi ketentuan-Nya. Apapun penyebabnya, hariz kami akan tetap kembali kepangkuan-Nya sebelum kami sempat mendengarnya memanggil kami.
Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Semoga apa yang sering sempat ada dalam pikiran saya tidak mengurangi keihlasan saya melepas hariz. Semoga kelak Allah berkenan menyatukan kami semua di akherat, seperti yang selalu diingatkan anak kami afya tatkala melihat ibunya bersedih mengingat kakak dan adiknya..... 'Ibu... jangan sedih... nanti kan kita semua akan meninggal, kita bisa ketemu lagi sama mas satrio, mas dimas, dan adik....'
Ya Allah, semoga Engkau mengabulkan harapan dan doa kami. Semoga Engkau ikhlaskan hati kami dengan sebenar2 ikhlas. Semoga Engkau ijinkan anak kami Afya menjadi penerus kami yang sholeh, dan mempertemukan kami semua di taman firdaus-Mu. Amin
waduh!bingung mo komen apa?lah aku aja masih suka ngilu kalo buka site mu, trus liat foto nya hariz..huuuhuuhuuu....
ReplyDeleteIbunya afya ini memang ibu ruuuuaaar biasa sabarnya. Saya perlu banyak berguru nich. Masih ada rencana kasih adik khan ke Afya...jangan kapok ya....
ReplyDeleteTak diragukan lagi, kalian adalah orang-orang paling ikhlas yang pernah aku kenal. Orang lain pasti sudah gila bila tertimpa musibah yang sama...
ReplyDeletetante euis : Iya juga... tapi kenapa ya, kita suka sengaja kepingin 'nyeri?'
ReplyDeletetante keukeu : Kayanya kok udah nggak sanggup ya........
Lik upik : Nggak kok lik, masih banyak yg lebih kuat dengan musibah yang ebih besar..... Doanya ya......
Iya juga, tapi kenapa ya kita suka kepingin 'nyeri'.........
ReplyDeleteIya bu ... tapi kenapa ya kita suka kepingin nyeri......
ReplyDeleteRasanya sekarang belum sanggup tante.... tapi nggak menutup kemungkinan kalau Yang Diatas menghendaki
ReplyDeleteKita belum apa apa lik, masih banyak yang 'lebih' dari kita. Doanya ya.
ReplyDeleteCi, ikut bela sungkawa ya... Insya Allah Hariz dan kakak2nya termasuk golongan hamba Allah yang telah dijamin surga karena berpulang pada saat usia yang masih sangat muda, amin.
ReplyDeleteKakak2 Hariz dipanggil di usia 6 bulan dalam kandungan atau 6 bulan setelah lahir?
Insya Allah kesabaran Uci sekeluarga berbuah kasih sayang Allah yang melimpah dan surgaNya, amin... Kamu sabar sekali ya Ci.. Allah sayang orang sabar, Allah sayang kamu.
Udah lahir. Yang pertama 3 bulan, yang kedua 5 bulan. Kalo yg meninggal di kandungan ada juga. Baru 4 bulan. Itu kehamilanku yg ke-3.
ReplyDeleteMasya Allah Ci... berat banget ya ujianmu... Memang orang yang imannya udah tinggi kaya' kamu gitu yang ujiannya berat. Coba lihat Rasulullah dan para sahabat. Semoga sabarmu membawa surga ya, amin Allahumma amin...
ReplyDeleteWah ... kami belum apa2 kok ... masih harus banyak berbenah. Doanya ya Ri ... semoga kami termasuk hamba-Nya yg selalu bersyukur
ReplyDeleteYa, nduk, pancen kudu ngono jalanmu sekeluarga. Gusti ora sare, semoga kalian sekeluarga diberi ganti kenikmatan dan rahmat dalam bentuk lain, yang lebih membahagiakan kamu. Afya, hibur ibumu dan bapakmu kalau lagi sedih ya nduk, semoga kamu jadi anak yang saleha yang bisa menjadi qurra ta a'yun. (Pakde Anto)
ReplyDeleteInsya Allah pakde.... semoga kami sekeluarga selalu bisa bersyukur dengan semua pemberian-Nya
ReplyDeletesalam kenal...semoga tetap tabah & sabar...ikut mendo'akan..
ReplyDeleteSalam kenal juga, makasih banyak atas doanya.
ReplyDeletesalam kenal, salut buat kalian, semoga kesabaran dan keikhlasannya bisa menjadi pelajaran buat kita semua ..., kami cuma bisa mendoakan dari sini :)
ReplyDeleteMakasih banyak, tanpa dukungan dari saudara dan teman2 semua, mungkin kami tidak 'sekuat' ini
ReplyDeletesalam kenal ya mba,sy menangis membaca cerita mba...percayalah Allah mencoba umatnya sesuai dgn kemampuannya.Besar sekali cobaan...yg mb alami....sabar ya....sy saja pernah kehilangan anak umur 3 hari...msh sedih rasanya...apalgi mba...semoga slalu kuat&sabar...ya
ReplyDeleteMakasih mbak Retno.... Allah tdk memberi cobaan diluar kemampuan hamba-Nya... Semoga kita selalu dikuatkan oleh-Nya...
ReplyDeleteaduuuh mba...nggak kebayang kalo aku yang mengalaminya.....kata orang mereka insyaAllah jadi tabungan kita di akhirat...you must be a great mom ...
ReplyDeleteTerus terang pernah terpikir juga apakah kami kuat jika kehilangan lagi. Alhamdulillah (meski kadang terasa berat), sampai saat ini kami bisa mengikhlaskannya
ReplyDeleteAduh..maafkan aku yang terlambat memberi respons ya...Farhan pernah bercerita..tapi di sekolah kita ga ketemu aja yah...hanya doaku aja yah....InsyaAllah akan dipertemukan di Taman Fridaus Nya
ReplyDeleteNggak apa apa.... lagian kan baru sekarang ketemuan (di dunia maya). Doanya saja untuk kami semua
ReplyDeleteNggak apa apa.... lagian kan baru sekarang ketemuan (di dunia maya). Doanya saja untuk kami semua
ReplyDeleteyang sabar ya say......
ReplyDeleteinsya Allah, makasih ya...
ReplyDeleteMbak salam kenal,
ReplyDeleteAllah juga lebih sayang sama anakku di minggu ke 34 aku harus iklas...
tapi beda ya mbak ikhlas dengan kangen dan sedih
Tapi ngebaca blog mbak aku masih ga seberapa....
Allah menguji sesuai dengan kemampuan hambanya mbak. Rasanya setiap ujian bukan untuk diperbandingkan kok, hanya mungkin untuk diambil pelajaran sehingga membuat kita menjadi lebih sabar. Semoga Allah menerima ikhlas kita.... amin....
ReplyDeleteAssalamualaikum mba..
ReplyDeletesalam kenal..
Insya Allah anak2 mb akan jd penghuni surga dan penolong ke2 orangtuanya dihari akhir nanti.
amiiin.... makasih ya... salam kenal juga
ReplyDelete