Saturday, April 26, 2008

Day care

Afya sudah mulai 'sekolah' sejak dia umur 7 bulan. Lebih tepatnya ikut day care di Cendekia. Saya sendiri cuti sampai afya berusia 5 bulan karena cuti bersalin-nya disambung cuti besar. Setelah itu selama sebulan ibu menunggu afya, disambung tantenya selama lebih dari 2 minggu. Waktu itu kami punya pertimbangan - pertimbangan :
  • Di rumah hanya ada si mbak, yang tentu masih punya pekerjaan domestik lainnya. Sehingga salah satu pasti harus dikorbankan.
  • Cendekia ada di jalan Belitung yang relatif dekat dengan kantor (jl. Asia Afrika), sehingga saya bisa menengok di jam istirahat kantor.
  • Ada pengasuh yang lebih berpengadalaman (waktu itu salah satu pangasuhnya perawat) dan banyak orang di sekolah dibanding jika harus sendiri bersama si mbak di rumah.
Pertama kali melepas Afya ke 'sekolah', ada rasa nggak tega. Rasanya gimanaaa..... gitu anak masih kecil gitu kok dititipkan ke orang lain. Yang membuat kami yakin adalah kami percaya dengan pengelolanya (mbak Endang). Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ternyata saya lebih merasa nyaman  ketika Afya ada di sekolah dibandingkan jika dia terpaksa harus di rumah bersama si Mbak. Bahkan ketika anak sekolah libur (PG, TK, SD), afya tetap sekolah. Waktu itu hebatnya lagi afya adalah satu2nya penghuni tetap day care cendekia, sementara yang lain hanya temporer. Padahal bu gurunya ada 2. Asyik kan......

Di day care perkembangan afya yang paling menonjol adalah kemampuan bahasanya. Mungkin karena di sana banyak yang mengajak bicara, selain bu guru, tentunya banyak kakak2 yang sering mengajak afya berbicara (selain mungkin bakat juga ya......). Afya juga jadi anak pemberani, nggak takut2 kalau bertemu orang. Afya sendiri tampaknya sangat menikmati, dan sudah menjadikan day care-nya sebagai rumah kedua. Sayapun sampai saat ini bersyukur karena berkat day care, bisa menyusui Afya sampai 2th 2 bulan, dan selama itu Afya tidak sempat merasakan susu formula.

Pada akhirnya kami sangat bersyukur bahwa Mbak Endang telah mendirikan CLS lengkap dengan day care-nya, bahkan alm. anak kami Hariz sempat juga merasakan hangatnya lingkungan Cendekia sejak dia belum berusia 4 bulan, sayang dia tidak bisa berlama - lama di sana........

Kekhawatiran bahwa kalau anak sekolah terlalu dini akan bosan juga tidak terbukti, karena sampai saat ini Afya tetap menikmati sekolahnya (TK. A). Mungkin karena si CLS ada tahap2nya, dari day care sampai SD, Afya pun sudah tahu, dan bahkan membuat dia lebih bersemangat karena tahu pada usia tertentu dia akan sampai pada tahapan sekolah yang lebih tinggi.

Namun bagaimanapun bagusnya sesuatu, tetap saja ada kekurangannya. Bagi kami, satu - satunya kekurangan day care di CLS adalah memupuskan harapan kami agar Afya bisa berbahasa Jawa....... . Masalahnya, semua gurunya Sunda (kecuali mbak Endang). Jadi akhirnya Afya yang di rumah  kami biasakan berbahasa Jawa, keluarnya tetap bahasa Indonesia, lengkap dengan logat Sunda-nya...... 

Tengkyu Mbak Endang, Bu Nana, Bu Nia, Bu Yuyun..... (tentu saja guru2 lain di Cendekia)




12 comments:

  1. Dilemma Ibu pekerja ya mba..! saya tahu betul rasanya..secara hati dan secara pikiran...kita punya pilihan dirumah dengan mba atau dapat lingkungan yang lebih hangat dan tenaga yang berpengalaman selama mengisi waktu kita tidak bersamanya...

    Lha Farhan sangat medok sundanya... tapi kalau dia ke jawa timur..gampang banget mba ngikutin sepupunya...walau agak aneh kedengarannya dan bikin aku tertawa

    ReplyDelete
  2. Sama mbak..... Afya kalau habis ketemu sepupu2nya di Solo, langsung medok Jawa.... menurut Afya, bahasa Indonesia dengan logat Jawa berarti Bhs Jawa

    ReplyDelete
  3. Aku setuju Ci, bahwa sepanjang day care-nya dan pengasuhnya memang berkualitas, memang lebih bagus kalau anak dititipkan di sana saja ketika ortunya sedang di kantor. Masalahnya kalau di sana anak ngga cuma diasuh/dijagain, tapi juga diajarin macem2, termasuk diajarin mandiri dan bersosialisasi.

    Pia juga kutitipin di semacam day care di sini waktu barusan nyampe, maksudnya sih supaya lebih cepet bisa berkomunikasi dan bersosialisasi.

    ReplyDelete
  4. kalo ketemua aku, medok apanya??

    ReplyDelete
  5. Betul banget.... kalau dulu banyak yang masih ragu2 dengan day care, kayaknya sekarang harus jadi alternatif ya....

    ReplyDelete
  6. Aku sih cocok2 aja sama semua metode day care ini... kecuali duitnya... ha ha ha...

    ReplyDelete
  7. Mudah2an langsung bisa bahasa Arab!!!

    ReplyDelete
  8. Duit bisa dicari lik ... tapi kenyamanan itu yang mahal he.. he...

    ReplyDelete
  9. gak usah dipaksa bahasa jawa. kan nanti kalo diajak ke solo udah bisa bahasa jawa sendiri ? kemarin aja bisa kok waktu ke solo dulu. Pokoknya logate dijawakan meski bahasa sunda, wis mbuh

    ReplyDelete
  10. Ya.. ya... Skr juga Afya kalo bilang nggak ...."moh"

    ReplyDelete
  11. Salam kenal mbak! Salah satu yang pernah jadi penghuni temporer cendekia day care sepertinya anak saya deh, Kaysan :-). Saya inget ada temennya, namanya Afya. Kita sekarang di Jakarta.

    ReplyDelete
  12. Waaaaah ... kaysan ya .... ingat banget dong ... kan dulu sering berdua aja sama afya di cendekia.... Gimana kabarnya? Masih suka ke BAndung??

    ReplyDelete